Istri Chairil Anwar, Sri Ajati, adalah wanita yang termasuk beruntung bisa menikmati puisi khusus buatnya.

”Senja di Pelabuhan Kecil”
(Buat Sri Ajati)

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Dari : Deru Campur Debu (1949)

Aku Istrimu ” sri Ajati ”

(buat Suamiku)

Temani aku dalam sedih dalam galau

Ada senang ada kegembiraan

Yang menghapus kesedihanku

Dan kesenanganku adalah engkau

Mengertimu adalah kebanggaan

Menemanimu makan adalah kesenangan

Dibandara Adisucipto adalah muara cinta tanpa batas

Kau memandangiku dengan sejuta kebaikan dan hal tersebut

Adalah penghargaan buat wanitamu.