Jika aku datang tolong bukakan pintu
Aku mengharapkan manusia bersih
Gemetaran duduk bersila diteras rumahmu
Karena duniaku adalah penderitaan
Aku anak yang buta dan kehilangan jejak
Ruanganku adalah gelap dan dingin
Ketika aku mengemis adalah profesiku
Saat suaraku memelas adalah musikku

Ketika mata butaku menangis
Melingkar memeluk lutut didalam kardus
Oh… Dewa…
Jiwaku butuh kehangatan!

Saat perasaan takut berbaring tanpa pelukan
Ada seorang teman dalam ruang kardus
Menyelimutiku oleh sarung robek
Kurasa bagai selimut hangat kasih seorang Ibu
Yang telah hilang dan tak pernah kutemukan lagi
Dan jiwaku melolong merambat bersama malam
Malam dan terang kegelapan adalah bagianku
Mata batinku menuntunku berpijak diatas aspal panas

Ketika mata butaku menangis
Melingkar memeluk lutut didalam kardus
Oh… Dewa…
Jiwaku butuh kasih sayang!

Tiba-tiba kurasa ada sebilah pisau menembus perutku
Tercemar aroma marijuana dari nafasnya saat dia membentak
“Berikan recehanmu!” Dia telah merampas harta kecilku
Pisaunya dibiarkan bersarang diperutku yang mulai berdarah
Terpuruk jatuh sambil memegang luka tusukan sipenghisap
Aku merasa ringan mengapung diudara tak ada lagi nyeri
Mataku mampu melihat tubuh kecilku tergeletak kaku
Namun perasaanku mengembang mekar dipanggil cahaya suci

Ketika mata butaku tak buta lagi
Kini aku bahagia dan bebas memandang kisah hidup manusia
Hanya satu kata yang tersisa dibibir pengharapan
Oh… Dewa…
Sambutlah jiwa bahagia ini oleh kebijaksanaan abadi!

Nenen Gunadi
Thursday, May08,08
Edmonton, AB, Canada