Cinta nuansa bumi hijau memberi gairah hidupku, membeningkan mataku
Deruan sungai terasa mengaliri nadiku, akupun terdesir merinding sejuk
Buaian manja udara pagi diantara kehidupan semesta yang menyambut hari
Lukisan indah alam telah merajut jiwa dan hasratku terpadu dikharismanya
Aku mengendus kunci rahasia alam, menggetarkanku lalu aku jadi lunglai

Ah, tinggal bersamaku! suara-suara bisikan merdu alam membujuk jiwaku
Angin bergembira menampar wajahku, dan menghempaskanku dengan damai
Aku terguling-guling dihamparan mutiara hijau rerumputan yang baru lahir
Meraba-raba mutiara hijau, dan kuusapkan butiran embunnya dipipiku yang halus
Mataku membasah, jemariku melemas, kurasakan sentuhan nirwana menembus tulang

Warna-warna bintang malam hari, merambat keemasan menyentuh cintaku
Salam kagumku untuk keindahan kedipanmu tanpa lelah menghias langitku
Ah, terlalu manis! tak akan kusia-siakan kejoramu yang melilit kalbuku
Andaikan engkau mengerti, jadilah kapalku kelak dan aku kapten setiamu kelak
Berlayar dari bumi ketempat bidadari, dan berlabuh didermaga kasih warna pelangi

Mawar-mawar pelangi akan menjemputku dengan harum nafas hangatmu
Akan kusentuh warna cantik cintamu, lalu memenjarakannya didalam jiwaku
Mawar yang tercantik, lembut, dan manis berbisik wangi kedaun telingaku
Raihlah lautan mawar pelangi cintaku dinirwana!
Tambatkan jiwamu dalam pelukku yang tiadak batas!

Nada-nada tulusnya telah menjerat hasratku, akupun pasrah terpedayakan
Berebah sambil merenungnya, halusinasi misteri adanya kehidupan kekal
Bayang-bayang kedamaian melenggang mengitari impianku nan menggoda
Sambaran kilatan cahaya suci menerangi ruang kamar perasaanku yang gelap
Akhirnya kuncup kalimat merekah dari dalam dinding ruas-ruas jantung hatiku

Jiwaku menorehkan pesan, ketika kelak waktuku tiba lepas dari ragaku
Jangan tidurkan tubuhku dilubang gelap galian tanah-tanah merah
Relakan bangkai tubuhku menjadi abu dalam pelukan panas merah api
Biarkan segenggam abu dari tubuhku tersebar dalam asuhan kemilau perak matahari
Jangan tangisi ketika abu-abu itu singgah lembut menyentuh dedaunan dan tanah
Kelak jiwaku disana akan tersenyum manis, menentram didunia yang tak terlihat

by:Nenen Gunadi