“…pabila cinta memanggilmu…
ikutilah dia walau jalannya berliku-liku…
Dan, pabila sayapnya merangkummu…
pasrahlah serta menyerah,
walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”
(Kahlil Gibran)

“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui.
Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi.
Namun jiwa tetap ada di tangan cinta…
terus hidup…
sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…”
(Kahlil Gibran)

“Jangan menangis, Kekasihku…
Janganlah menangis dan berbahagialah,
karena kita diikat bersama dalam cinta.
Hanya dengan cinta yang indah…
kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan,
pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan”
(Kahlil Gibran)