DENGARLAH hatiku, dan dengarlah ucapanku. Kemarin jiwaku adalah sebatang pohon yang kukuh dan tua, menghunjam akar-akarnya ke kedalaman bumi dan cabang-cabangnya mencekau ke arah yang tak terhingga. Jiwaku berbunga di musim semi, memikul buah pada musim panas. Pada musim gugur kukumpulkan buahnya di mangkuk perak dan meletakkannya di tengah jalan. Orang-orang yang lalu lalang mengambil dan memakan dari mereka, serta melanjutkan perjalanan mereka.”kahlil gibran”