Semoga hidupmu berakhir

SEMOGA HIDUPMU BERAKHIR

kesedihanku
membawa luka dalam perjalananku

kau takkan mengerti
cinta berakhir dari sebuah kata
yang tak jujur lagi
dan kau berpaling

cinta ku takkan sanggup
menjaga utuh hadirmu
dari sebuah kelakuan yang
tak adil bagiku
kau pecundangi hatiku
SEMOGA HIDUPMU BERAKHIR

kau takkan mengerti
cinta berakhir dari sebuah kata
yang tak jujur lagi
dan kau berpaling


2 Tanggapan to “Semoga hidupmu berakhir”

  1. sesungguhnya ku katakan klo aku sendiri pernah merasakan hal seperti yang kau curahkan dalam puisimu itu teman!aku pernah merasa di tinggalkan oleh seseorang yang benar-benar ku anggap cahaya yang menerangi hidupku.hal pertama yang ku rasa saat itu adalah rasa sedih,kecewa, sakit,dan benci dan saat itu yang terpikir hanya bagaimana membuat dia meninggalkan dunia ini agar aku terlepas dari bayangannya!!!!!2 tahun tlah berlalu dia masih saat berarti untukku, dan taukah kamu sekarang dia sudah memiliki kehidupan yang baru,dia tlah menikah apalagi sebentar lagi dia akan punya beby.dan entah kenapa saat aku mendengar kehidupan dia sekarang rasa kecewaku, rasa sedihku dan rasa sakitku hilang seketika rasanya tlah terobati.karena bagiku “cinta sejati adalah cinta yang tidak memaksa,tidak pula mengekang”dan “kebahagiaan yang hakiki adalah pada saat kita melihat orang yang kita sayang tersenyum”.aku sadar sampai saat ini dia masih ada di hatiku dan aku tak tau sampai kapan.mungkin sampai itu tiba, saat hatiku berkata “aku menemukan penggantinya,yang lebih baik”!!!

  2. fren..
    aku bukan lagi pernah, tapi telah berkali-kali merasakan bagaimana pahit dan sakitnya ditinggalkan, dihadapi dengan ketidak jujuran, kemunafikan, kepalsuan dan kecewa yang teramat dalam..
    aku sakit tapi tidak membenci, aku terluka tapi tidak menyumpah, karena aku sangat percaya pada keputusan Tuhanku, pada takdir, dan selalu siapkan hati dengan segala sesuatu yang paling buruk yang akan terjadi.. aku menemukan kunci dalam hidupku.. memegang prinsip dalam hatiku untuk satu hal “CINTA”..
    3 wanita dalam hidupku yang silih berganti, yang pernah memberiku kebahagiaan, membuatku tersenyum, hingga akhirnya aku menangis, dengan akhir kisah yang sama, “perjodohan”!
    teramat sakit memang, tapi siapa yang bisa menentang takdir, karena aku percaya, ini bukanlah ke’sial’anku, ataupun penyakit jatuhan leluhurku, melainkan memang takdirku. percaya pada takdir yang akhirnya bisa membuat aku kuat. tidak harus banyak mengeluh, hanya cukup merasa, tidak harus menyumpah, hanya cukup meng’aduh’!..
    fren..
    kamu nggak sendirian didunia ini, bukan hanya hidup, tapi banyak insan-insan yang jauh di mata kita bahkan di sekitar kita yang merasakan hal yang sama, bahkan lebih parah..
    Tuhan menciptakan Ego dalam setiap diri manusia, Ego itulah yang kerap kali mengelabui perasaan kita, dan beranggapan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA MANUSIA DI DUNIA INI YANG LEBIH SAKIT DARI KITA.. ya, itu lah Ego.. Kita yang ‘memiliki’ Ego, jadi kita sendiri yang harus mengaturnya, membuatnya kemana seharusnya Ego itu melangkah atau harus diam tanpa suara..

Tinggalkan Balasan